Hakim Tolak Saksi Ahli Kubu Ahok

Rumahsleman.com –┬áMajelis Hakim kasus dugaan penodaan agama memutuskan untuk menolak rencana penasihat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama menghadirkan saksi ahli. Alasannya karena saksi fakta yang akan dihadirkan oleh mereka belum habis didatangkan ke persidangan.

Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto mengatakan, tim penasihat hukum Basuki atau akrab disapa Ahok itu harusnya terlebih dahulu menghadirkan saksi fakta yang sudah diambil keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Baru kemudian dilanjutkan dengan saksi yang belum di BAP.

“Kalau ada tambahan saksi yang di luar BAP. Kalau saudara memeriksa ahli boleh asal enggak menghadirkan saksi fakta lagi enggak ada fakta tambahan. Kalau masih ada fakta tambahan ahlinya enggak diperiksa. Agar BAP bisa sistematis,” katanya di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).

Hakim Tolak Saksi Ahli Kubu Ahok

Hakim Tolak Saksi Ahli Kubu Ahok, Sumber: Detik.com

Setelah itu, ahli hukum pidana Edward Omar Sharif Hiariej dari Universitas Gaja Mada (UGM) Yogyakarta, yang dihadirkan pihak Ahok pada persidangan hari ini pun diminta keluar dari ruang sidang dan baru boleh memberikan keterangan setelah semua saksi meringankan dalam BAP sudah bersaksi. Selain ditolaknya Edward, salah satu saksi Ahok, yakni, Ferry Lukmantara yang berasal dari Bangka Belitung juga belum konfirmasi hadir.

Dengan demikian, dalam persidangan ke-14 perkara dugaan penodaan agama oleh Ahok hari ini, ada tiga saksi meringankan Ahok yang akan bersaksi dalam persidangan. Ketiga saksi itu adalah, Juhri, Suyanto dan Fajrun, yang ketiganya berasal dari Bangka Belitung.

Untuk diketahui, saat ini Ahok berstatus sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

Sumber: Merdeka.com

Tags: #ahok